BEST PRACTICE PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Nama         : Fuad Rizki Anggriawan, S.Pd.

NO UKG       : 201698521258

 

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas XI

 

Lokasi

SMA Negeri Karangpandan

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Atas

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan motivasi belajar Sejarah siswa kelas XI SMA N Karangpandan materi Peristiwa Penting di Eropa dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan LKPD dan media interaktif barbasis teknologi.

Penulis

Fuad Rizki Anggriawan

Tanggal

18 Agustus sampai 16 Oktober 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan peserta didik pada mata pelajaran Sejarah diperlukan pengembangan kualitas pendidikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, proses pembelajaran harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

Semestinya pembelajaran Sejarah harus bermakna bagi peserta didik dan dapat memberikan bekal kompetensi untuk masa depan peserta didik. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Pada kenyataannya banyak peserta didik yang masih memiliki motivasi belajar rendah. Beberapa indikasi motivasi belajar peserta didik rendah

a. Siswa tertidur saat pembelajaran di kelas

b. Siswa tidak bertanya apa yang belum diketahui

c.  Siswa tidak menjawab pertanyaan yang diberikan secara langsung oleh guru

d. Siswa bermain HP saat guru menjelaskan materi

 

Dari uraian di atas nampak kesenjangan antara realita dengan idealita dimana selama ini peserta didik kurang termotivasi dalam belajar. Kurangnya motivasi belajar peserta didik kurang karena pandangan peserta didik terhadap Sejarah merupakan pelajaran yang sulit, pembelajaran yang dilakukan guru kurang menarik dan guru jarang memberikan masalah kontekstual dalam pembelajaran.

 

Penggunaan model dan media pembelajaran dalam menyajikan materi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik. Guru harus mampu menghilangkan anggapan awal peserta didik bahwa Sejarah adalah pembelajaran yang sulit.

Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena banyak rekan guru yang mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan selain dapat memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan dapat menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru lain.

 

Guru memiliki peran untuk bertanggung jawab untuk melakukan pembelajaran secara efektif dengan menggunakan media dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik adalah model Problem Based Learning berbantuan LKPD dan media interaktif barbasis teknologi.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Setelah dilakukan identifikasi masalah, eksplorasi aternatif solusi dan penentuan solusi dengan refleksi diri, wawancara rekan sejawat, wawancara pakar dan kajian literatur maka ditemukan beberapa penyebab kurangnya motivasi belajar peserta didik antara lain:

a.    Sarana dan prasarana sekolah masih kurang

b.   Orang tua yang kurang mendukung

c.    Guru belum melaksanakan pembelajaran yang kontekstual

d.   Guru melakukan pembelajaran yang monoton

e.    Pembelajaran yang dilakukan guru kurang menarik

f.     Kemampuan dan kondisi siswa yang berbeda-beda

Dari beberapa penyebab motivasi belajar peserta didik rendah ditemukan beberapa tantangan dalam mencapai tujuan anatar lain:

a.    Pemilihan model dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter materi dan peserta didik

b.   Sarana dan prasarana sekolah yang mendukung proses pembelajaran

c.    Pemilihan media pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk belajar

 

Dilihat dari tantangan tersebut dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi melibatkan guru dari sisi kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu kompetensi pedagogik dan profesional sedangkan dari sisi peserta didik adalah motivasi belajar.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah – langkah yang harus dilakukan oleh guru untuk menghadapi tantangan antara lain:

a.    Pemilihan model pembelajaran

Berdasarkan kajian literatur dan wawancara solusi yang dipilih adalah Guru menggunakan model pembelajaran berbasis masalah /Problem Based Learning (PBL). Model PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.

b.   Pemilihan metode pembelajaran

Cara guru memilih metode pembelajaran adalah dengan memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi. Guru memilih metode diskusi, tanya-jawab dan ceramah.

c.    Pemilihan media pembelajaran

Berdasarkan kajian literatur dan wawancara guru memilih menggunakan media pembelajaran LKPD dan media interaktif berbasis teknologi seperti Quizizz, Power Point, Video dan Aplikasi Canva

LKPD berbasis kontekstual adalah salah satu media belajar berupa lembaran-lembaran yang berisi aktivitas peserta didik. Konten LKPD tersebut dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata peserta didik, sehingga mereka dapat mengetahui penerapan materi Sejarah dalam kehidupan sehari-hari.

Guru menggunakan Quizizz dalam kegiatan apersepsi, disajikan beberaapa soal tentang materi prasyarat. Quizizz adalah platform berbasis game, yang bisa dimainkan banyak pemain sehingga diharapkan peserta didik saling bersaing dan memotivasi mereka untuk belajar.

Power Point membantu  guru memyampaikan isi pelajaran  kepada  siswa, mengefektifkan waktu  dalam  menyampaikan  isi  pelajaran dan menarik   minat   dan   perhatian   siswa   dalam materi  yang  disampaikan.

Video Pembelajaran sudah di share guru pada hari sebelum melakukan pembelajaran sehingga peserta didik dapat mempelajari terlebih dahulu materinya.

Aplikasi Canva digunakan sebagai alternatif lain dalam mencari solusi masalah dalam materi hakikat Sejarah.

d.   Membuat instrumen evaluasi

Guru membuat tiga instrumen penilaian, yaitu penilaian pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Setiap instrumen dilengkapi dengan kisi-kisi, soal dan rubrik penilaian.

e.    Pelaksanaan Aksi PPL 1 dan 2

Pelaksanaan PPL dilaksanakan di kelas XI IPS 6 dengan materi merkantilisme. Untuk aksi 2 dengan materi dampak kolonialisem dan imperialisme. Untuk aksi 3 dengan materi peristiwa penting di eropa dan untuk aksi 4 dengan materi hakikat sejarah Pelaksanaan pengambilan video dibantu oleh rekan guru dengan menggunakana kamera HP. Dikarenakan pada saat pembelajaran membutuhkan akses internet maka guru berkoordinasi dengan tenaga teknis sekolah untuk memastikan Wi-fi kelas dapat digunakan dengan lancar.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan aksi ini anatar lain adalah guru, peserta didik, rekan sejawat, dan orang tua murid.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Pengamatan motivasi belajar 36 peserta didik kelas XI IPS 6 pada pelaksanaan aksi ini menggunakan lembar observasi. Indikator motivasi belajar yang harus dicapai peserta didik antara lain kedisiplinan siswa menyediakan alat-alat atau sumber bahan pelajaran yang dibutuhkan, keterlibatan siswa dalam diskusi kelas, dan keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas individu dan kelompok. Dari data yang diperoleh, pada siklus 1 PPL bahwa sebanyak 75% peserta didik disiplin dalam menyediakan alat-alat atau sumber bahan pelajaran, 30% peserta didik terlibat dalam diskusi kelas, terdapat 77% peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas individu maupun kelompok. Sedangkan pada siklus 2 PPL diperoleh data sebanyak 83% peserta didik disiplin dalam menyediakan alat-alat atau sumber bahan pelajaran, 72% peserta didik terlibat dalam diskusi kelas, terdapat 83% peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas individu maupun kelompok.

Dari data yang diperoleh, pada siklus 3 PPL bahwa sebanyak 87% peserta didik disiplin dalam menyediakan alat-alat atau sumber bahan pelajaran, 35% peserta didik terlibat dalam diskusi kelas, terdapat 80% peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas individu maupun kelompok. Sedangkan pada siklus 4 PPL diperoleh data sebanyak 96% peserta didik disiplin dalam menyediakan alat-alat atau sumber bahan pelajaran, 72% peserta didik terlibat dalam diskusi kelas, terdapat 83% peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas individu maupun kelompok

Hasil belajar peserta didik kelas XI IPS  6 diukur melalui penilaian kuis pada akhir setiap pemebelajaran. Pada siklus 1, 25 atau bila dalam prosentase 69% peserta didik mencapai ketuntasan sedangkan pada siklus 4, 34 atau 94% peserta didik mencapai ketuntasan.

 

Penggunaan model Problem Based Learning berbantuan LKPD dan media interaktif barbasis teknologi tergolong efektif diterapkan dalam mengatasi masalah rendahnya motivasi belajar peserta didik.

 

Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini sangat baik, dapat dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran peserta didik menyatakan bahwa pembelajaran menyenangkan, peserta didik lebih termotivasi, aktif mengikuti pembelajaran dan media pembelajarannya juga menarik.

 

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh penguasaan guru terhadap metode, media dan sintak-sintak pada model pembelajaran yang telah direncanakan dalam proses pembelajaran. Persiapan yang baik sebelum pelaksanaan aksi sangat menentukan keberhasilan rencana aksi. Sarana dan prasaranan sekolah yang memadai juga merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan dari aksi yang dilaksanakan. Keseriusan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran juga menjadi faktor pendukung keberhasilan aksi.

 

Pembelajaran dari keseluruhan proses ini adalah guru harus senantiasa mengembangkan diri untuk penambah pengetahuan tentang model, metode dan media yang tepat sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik. Meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan inovatif berbasis teknologi dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini